Tuai Pro Kontra, Bos WhatsApp Buka Suara Tentang Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 21 Januari 2021 15:59 Eris Kuswara TechNews

Tuai Pro Kontra, Bos WhatsApp Buka Suara Tentang Kebijakan Privasi Baru

 

Koropak.co.id - Hingga saat ini, Kebijakan privasi baru WhatsApp yang kontroversial masih terus menarik perhatian publik dunia. Menanggapi masalah itu, Bos WhatsApp, Will Cathcart pada akhirnya buka suara tentang kebijakan yang ditunda penerapannya akibat banyaknya pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut.

Bos WhatsApp, Will Cathcart mengakui, komunikasi yang dilakukan WhatsApp tentang perubahan kebijakan ini membuat penggunanya bingung. Bahkan dia juga menanggapi banyaknya pengguna WhatsApp yang pindah ke platform lain seperti Signal dan Telegram akibat kebijakan privasi baru WhatsApp.

"Kami mengetahui bahwa kami harus bersaing untuk kepercayaan pengguna menyangkut privasi. Kami pun berpikir pada akhirnya ini merupakan hal yang baik untuk dunia agar orang-orang memiliki pilihan. Mengenai kebijakan privasi baru WhatsApp ini, kami tekankan bahwa kami tidak mencatat daftar orang-orang yang dihubungi pengguna melalui chat atau telepon," kata Cathcart sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (21/1/2021).

 

Baca : Hemat Memori Ponsel, WhatsApp Luncurkan Fitur Terbaru Storage Management

 

Selain itu, kata Cathcart, WhatsApp juga tidak membagikan kontaknya dengan Facebook atau layanan Facebook lainnya. Karena, salah satu fokus utama dalam update terbarunya ini adalah mengenai masalah interaksi pengguna dengan akun bisnis. Dengan update ini, maka bisnis pun akan memiliki opsi untuk mengelola chat yang mereka terima di sistem Facebook.

"Bisnis yang mendapatkan dukungan hosting di luar WhatsApp, termasuk dari Facebook, bisa melihat dan menggunakan informasi dari pengguna untuk tujuan marketingnya. Jadi pengguna pun harus berhati-hati saat menghubungi akun bisnis. Meskipun begitu, untuk transparansi penuh, kami akan memberi tahu pengguna di bagian atas chat jika bisnisnya mendapat dukungan dari Facebook. Semua itu terserah pengguna, apakah mereka mau atau tidak menghubungi bisnis di WhatsApp, atau juga mereka hanya ingin berkomunikasi dengan temannya," ucapnya.

Ia menuturkan, salah satu yang menjadi poin keberatan pengguna saat ini adalah mereka tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp apabila tidak menyetujui kebijakan ini sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Namun menurutnya, WhatsApp juga tidak mungkin membuat kebijakan ini menjadi opsional.

"Update ini akam membantu transparansi umum dan berisi perubahan untuk menjelaskan komunikasi dengan bisnis tersebut. Meskipun itu adalah fitur opsional, kami merasa penting bagi semua orang untuk mengetahui tentang itu. Sebab, tidak semua orang berbicara dengan bisnis saat ini, tapi beberapa akan melakukannya di masa depan," tuturnya.*

 

Baca pula : Ini Dia! Cara Membuat Sendiri dan mengirim Stiker Animasi Bagi Pengguna WhatsApp