Ini Kronologi Lengkap WhatsApp yang Tersandung Kontroversi

Sabtu, 23 Januari 2021 18:39 Eris Kuswara TechNews

Ini Kronologi Lengkap WhatsApp yang Tersandung Kontroversi

 

Koropak.co.id - Hingga kini, masih banyak yang melihat dan menengok kembali kronologi WhatsApp yang tersandung kontroversi akibat kebijakan privasi barunya sendiri. Selain itu, status WhatsApp sebagai aplikasi messaging terbesar dunia, dengan 2 miliar pengguna, membuatnya selalu menjadi pusat perhatian.

Berikut rentetan singkat kisah WhatsApp yang mencari gara-gara dan berujung blunder sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu (23/1/2021).

1. WhatsApp kenalkan kebijakan privasi baru
Tercatat, sekitar dua minggu yang lalu, WhatsApp secara resmi memberikan notifikasi di aplikasinya tentang ketentuan dan kebijakan privasi terbaru. Setidaknya terdapat tiga poin utama dalam update ini yang fokus kepada perpesanan dengan akun bisnis.

Diketahui, tiga poin utama dalam kebijakan terbaru ini juga mempengaruhi bagaimana WhatsApp memproses data pengguna, menggunakan layanan yang dihosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola isi percakapan, dan bagaimana WhatsApp akan bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di produk-produknya.

Kebijakan ini sendiri rencananya akan mulai diterapkan pada 8 Februari 2021 mendatang. Selain itu, jika pengguna masih ingin mengakses WhatsApp setelah tanggal tersebut, maka mereka harus menerima kebijakan baru tersebut. Jika tidak setuju, pengguna bisa menghapus akun mereka. Hal itulah yang membuat pengguna merasa tidak nyaman, apalagi aturan baru itu terkesan membingungkan.

 

Baca : Kebijakan Baru WhatsApp Lahirkan Ajakan Pengguna Untuk Pindah Ke Telegram

 

WhatsApp pun beberapa kali memberikan klarifikasinya. Dalam klarifikasi pertama, WhatsApp mengatakan bahwa kebijakan berbagi data dengan Facebook itu sebenarnya telah berlaku sejak tahun 2016.
Kemudian, WhatsApp juga mengatakan perubahan kebijakan ini tidak mempengaruhi percakapan pribadi di luar konteks.

2. AplikasinSignal dan Telegram langsung melesat
Sayangnya, apapun klarifikasi WhatsApp itu ternyata tidak memuaskan banyak pengguna. Bahkan banyak pengguna yang merasa WhatsApp menyalahgunakan data mereka dengan membagikannya ke Facebook. Apalagi kemudian, Elon Musk dan Edward Snowden pun menyarankan agar pengguna pindah ke Signal.

Tidak sedikit pula pengguna yang pindah ke Telegram. Bahkan kedua aplikasi ini sampai menjadi aplikasi paling populer di App Store dan Google Play Store.

Selain itu, berdasarkan analisa dari Sensor Tower menunjukkan Signal didownload sebanyak 17,8 juta kali di Play Store dan App Store pada 5 sampai 12 Januari 2021. Hal itu pun merupakan peningkatan 61 kali lipat dari minggu sebelumnya yang hanya sebesar 285 ribu kali.

Kemudian, Telegram berhasil tembus 15,7 juta kali download dalam kurun waktu yang sama yakni pada 5 sampai 12 Januari 2021 dengan peningkatan dari jumlah 7,6 juta kali pada minggu sebelumnya. Bahkan kini Telegram juga telah mengumumkan jumlah pengguna aktifnya yang telah mencapai 500 juta user.

 

Baca : Tuai Pro Kontra, Bos WhatsApp Buka Suara Tentang Kebijakan Privasi Baru

 

Adapun untuk angka download terkini WhatsApp ternyata berada di belakang keduanya, yakni dengan 10,6 juta kali unduhan. Angka tersebut pun turun dari 12,7 juta kali download pada minggu sebelumnya. Pendiri Telegram, Pavel Durov dan Brian Acton pun langsung sigap memanfaatkan momentum tersebut.

3. WhatsApp tunda aturan privasi baru
Aturan privasi baru yang akan diterapkan WhatsApp, membuat perusahaan di bawah Facebook ini banjir kritikan dan membuat sebagian user eksodus ke aplikasi pesaing, terutama Signal dan Telegram. Sehingga WhatsApp pun menarik rem darurat.

Pada awalnya, implementasi kebijakan baru tersebut akan diterapkan pada 8 Februari 2021, yang di mana user harus menyetujuinya atau tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp. Namun kini, WhatsApp memutuskan menundanya selama 3 bulan sampai 15 Mei 2021.

Sehingga pengguna pun memiliki perpanjangan waktu untuk meninjau dan menerima pembaruan ini, dan tidak akan ada akun yang dihapus pada 8 Februari 2021. Mungkin WhatsApp tidak menyangka bahwa aturan itu akan menuai kontroversi yang begitu besar. Sampai-sampai beberapa langkah mitigasi pun dilakukan oleh WhatsApp. Contohnya mereka membuat iklan besar-besaran antara lain di India agar user WhatsApp tidak pindah ke lain hati.*

 

Baca pula : Hemat Memori Ponsel, WhatsApp Luncurkan Fitur Terbaru Storage Management