Perubahan Pengantian Browser Default Pada Windows 11 Tuai Kritikan

Minggu, 22 Agustus 2021 09:26 Eris Kuswara Komputer

Perubahan Pengantian Browser Default Pada Windows 11 Tuai Kritikan

 

Koropak.co.id - Diketahui, Microsoft kembali mengubah sistemnya untuk mengganti browser default dari yang sebelumnya cukup mudah di Windows 10, kini menjadi rumit di Windows 11. Meskipun Microsoft mempunyai banyak perubahan bagus di tampilan antarmuka Windows 11, namun pembuat browser seperti Mozilla, Opera, dan Vivaldi mengeluhkan perubahan cara penggantian browser default di Windows 11 tersebut.

Perubahan tersebut pada awalnya tidak terlalu kelihatan, dikarenakan masih mirip dengan langkah penetapan browser default di Windows 10. Diketahui, pada saat pengguna menginstal sebuah browser baru selain Microsoft Edge, maka akan muncul opsi pemilihan browser saat pengguna membuka sebuah tautan.

Dalam opsi ini, pengguna pun bisa menandai pilihan 'Always use this app' untuk menetapkan browser pilihannya sebagai default. Sejauh ini, caranya masih sama dengan di Windows 10. Namun jika pengguna lupa menandai pilihan tersebut, maka langkah selanjutnya akan jauh menjadi lebih rumit. Pengguna browser yang tidak dijadikan browser default di Windows 11 biasanya akan memunculkan opsi untuk mengatur browser tersebut menjadi default.

Opsi tersebut juga akan membuka menu pemilihan aplikasi untuk dijadikan aplikasi default, termasuk browser. Di menu itulah pengaturannya menjadi sangat rumit, karena jika sebelumnya pengguna hanya perlu memilih browser untuk dijadikan browser default, kini pengguna harus menentukan browser default untuk setiap jenis file.

 

Baca : Kabar Gembira, Adobe Premiere Pro Akan Bisa Digunakan Pada Perangkat Mac

Contohnya dalam kasus browser Chrome, pilihan file-nya adalah HTM, HTML, PDF, SHTML, SVG, WEBP, XHT, XHTML, FTP, HTTP, dan HTTPS. Proses ini sangatlah panjang apabila dibandingkan dengan prosesnya di Windows 10 yang sangat simpel, di mana pengguna hanya perlu menentukan aplikasi default untuk secara keseluruhan, bukan per ekstensi file.

"Kami sudah meningkatkan kecemasan terhadap tren di windows. Sejak Windows 10, pengguna harus melakukan tambahan langkah yang tidak diperlukan untuk menentukan pengaturan browser default. Hambatan ini setidaknya akan membingungkan para pengguna dan didesain untuk meremehkan browser non Microsoft pilihan pengguna," kata Senior Vice President Firefox, Selena Deckelmann, sebagaimana dihimpun Koropak, Minggu (22/8/2021).

Selain itu, pihak Opera juga tidak menyukai langkah Microsoft ini, dan menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pengguna browser buatan Microsoft. "Sangat disayangkan ketika pembuat platform mengaburkan kasus penggunaan umum untuk meningkatkan reputasi produk mereka sendiri. Kami ingin mengajak para pembuat platform untuk menghormati pilihan pengguna dan memperbolehkan terjadinya kompetisi di platform mereka. Karena, melarang pilihan pengguna adalah sebuah langkah mundur," tutur Head of Browser Opera, Krystian Kolondra.

Bos Android, Chrome, dan Chrome OS, Hiroshi Lockheimer juga turut berkomentar dan setengah menyindir langkah Microsoft ini. Menurutnya, langkah tersebut adalah hal yang ironis dikarenakan Microsoft mengklaim sebagai perusahaan yang paling terbuka. "Ini Datang dari perusahaan yang mengklaim bahwa dirinya menjadi yang paling terbuka, dengan 'pilihan paling banyak'. Semoga saja ini hanya ada di developer preview, dan versi penuh Windows 11 bisa memenuhi klaim mereka," ucap Lockheimer.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini