Jangan Iseng! Kirim Stiker Mengandung Pornografi di WA Bisa Dipidana

Selasa, 07 September 2021 18:20 Eris Kuswara TechNews

Jangan Iseng! Kirim Stiker Mengandung Pornografi di WA Bisa Dipidana

 

Koropak.co.id - WhatsApp jadi salah satu aplikasi berbagai pesan mayoritas manusia. Kehadirannya telah terbukti dan teruji memudahkan kita semua berkomunikasi.

Nah, dalam aplikasi hijau ini, beragam fitur menarik kerap dipakai untuk berchatria, salah satunya stiker. Jadi, tak cuma pesan teks, foto atau video saja. Sticker jadi bagian dari keseruan aplikasi miliki Marc Zuckerberg ini.

Bagi kamu yang gemar memakai stiker saat chatting di WhatsApp, mulai sekarang usahakan untuk bisa lebih berhati-hati lagi.

Kenapa? Karena diketahui bahwa akhir-akhir ini banyak sekali stiker yang mengandung unsur pornografi beredar di WhatsApp.

Direktur Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan, stiker yang mengandung unsur pornografi di aplikasi WhatsApp tentunya berpotensi melanggar Undang-Undang (UU) ITE.

Meskipun begitu, untuk mengategorikan bahwa stiker pada WhatsApp tersebut mengandung unsur pornografi atau tidak, hingga saat ini belum jelas.

 

Baca : WhatsApp Tengah Tingkatkan Kualitas Unggahan Foto dan Video

"Tafsir seseorang mengenai pornografi itu sangatlah luas dan beragam. Oleh karena itulah, ada kemungkinan bahwa setiap orang itu akan berbeda dalam mendefinisikannya. Namun, menurut kami, jika didalamnya mempertontonkan kelamin, payudara hingga membuka baju yang dipertontonkan bagi anak-anak, tentu itu sudah dapat digolongkan pornografi. Intinya kita harus melihat dulu kontennya seperti apa," jelasnya.

Sementara itu, di sisi lain, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan menuturkan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang, apabila sesuatu itu termasuk kategori pornografi, maka sudah dapat dipastikan bahwa hal itu melanggar hukum. Meskipun begitu, pihaknya tak memberikan perincian, apakah stiker Whatsapp termasuk yang melanggar hal tersebut atau tidak.

"Adapun bagi mereka yang melanggar Undang-undang Pornografi, maka mereka akan diberikan sanksi berupa pidana penjara paling singkat selama enam bulan dan maksimal hingga 12 tahun. Kemudian juga mereka akan dikenakan denda minimal Rp 250 juta hingga maksimal Rp 6 miliar," tutur Samuel.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini