Hari Ini Google Doodle Tampilkan Ibu Pers Indonesia, Roehana Koeddoes

Senin, 08 November 2021 12:37 Eris Kuswara TechNews

Hari Ini Google Doodle Tampilkan Ibu Pers Indonesia, Roehana Koeddoes

 

Koropak.co.id - Ada yang spesial di Google hari ini.

Ya, Google Doodle hari ini, Senin 8 November 2021 menampilkan sosok perempuan asal Indonesia yang mengenakan kerudung khas Sumatera Barat.

Dia bernama Roehana Koeddoes. Wanita itu diketahui merupakan sosok muslimah yang sangat berpengaruh khususnya dalam bidang pendidikan, terutama untuk kaum perempuan.

Roehana Koeddoes sendiri lahir di Kotogadang, Sumatera Barat 20 Desember 1884 silam.

Anak dari Moehammad Rasjad Maharadja Soetan ini jug merupakan kakak tiri dari Soetan Sjahrir, mak tuo atau bibi dari penyair Chairil Anwar dan sepupu H. Agus Salim. Roehanna yang meninggal pada 17 Agustus 1972 di Jakarta.

Saat masih belia, Roehana sudah mampu menguasai materi yang diajarkan oleh ayahnya seperti menulis, membaca dan berbahasa Belanda. Bahkan dia juga sudah belajar Abjad Arab, Latin dan Arab Melayu sejak usia dini.

Ikut dengan sang ayah ke Alahan Panjang, Roehana pun kemudian belajar pada istri pejabat Belanda atasan ayahnya untuk menyulam, menjahit, merenda dan merajut.

Pada masa remajanya, Roehana sangat menyukai membaca majalah terbitan Belanda yang memuat berita politik, gaya hidup dan pendidikan di Eropa.

Karena kepandaiannya dalam menulis artikel dan puisi, Roehana pun akhirnya disebut sebagai 'Ibu Pers Indonesia'.

Pada 10 Juli 1912, Roehana pun berhasil menerbitkan surat kabar Sunting Melayu yang merupakan surat kabar perempuan pertama di Hindia Belanda.

Melansir dalam buku "Kisah Perjuangan Pahlawan Indonesia" karya Lia Nuralia, Lim Imadudin dan Randi Renggana, Roehana juga turut mendirikan sekolah bernama "Roehana School" di Bukittinggi.

Selain itu, Roehana juga turut memperdalam keterampilan bordir pada orang China dengan menggunakan mesin jahit Singer.

 

Baca : Ellya Khadam Tampil di Google Doodle Hari Ini

Seiring berjalannya waktu, kariernya terus berkembang hingga dirinya memimpin surat kabar Perempuan Bergerak, Radio dan Cahaya Sumatera.

Sementara itu, sepanjang kariernya, Roehana juga terus mendorong perempuan untuk membela kesetaraan dan melawan kolonialisme dengan berbagai prestasi yang diakui secara nasional.

Pada 11 Februari 1922, dia mulai mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia yang mengajarkan keterampilan perempuan dalam mengelola keuangan, tulis-baca, budi pekerti, pendidikan agama, dan bahasa Belanda.

Selain itu, dalam berkarier untuk memperjuangkan pendidikan kaum perempuan, diketahui dia harus menghadapi tantangan sosial dari pemuka adat masyarakat Koto Gadang.

Sekolah Roehana berbasis industri rumah tangga serta koperasi simpan pinjam dan jual beli juga memiliki semua anggotanya kaum perempuan.

Sementara itu, lembaga pendidikan khusus kaum perempuan yang didirikan Roehana itu juga bisa dikatakan sebagai pendidikan vokasi.

Karena, lewat pendidikan skill dan keterampilan tersebut, para perempuan yang ikut serta diharapkan bisa mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada kaum laki-laki.

Lembaga pendidikan yang didirikan Roehana pun lebih bersifat lokal. Setelah itu, dia kemudian melanjutkan perjuangannya melalui dunia penerbitan.

Dalam hal ini, Roehana menyatakan bahwa niatnya untuk membuat surat kabar yang khusus menampung aspirasi kemajuan kaum perempuan.

Dikutip dalam buku "Jati Diri HMI Wati: Menggagas Nilai-nilai Dasar KOHATI (NDK)" oleh Azhari Akmal Tarigan, sejarah mencatat dialog Roehana dengan Soetan Maharaja dalam sebuah pertemuan di Kotagadang:

"Keinginanku sebenarnya bukanlah sekedar meminta ruang kaum ibu dalam surat kabar Oetusan Melajoe yang bapak pimpin, tetapi ... penerbitan yang istimewa untuk kaum perempuan... Saya akan usahakan penulis-penulis perempuan lainnya, supaya benar-benar surat kabar itu merupakan suara kaum perempuan."

Itulah sekilas tentang biografi dari Roehanna Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia dan pendorong pendidikan kaum perempuan.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini